Dalam hidup ini begitu banyak peristiwa dan kejadian yang pernah kita alami. Setiap peristiwa sehari-hari memiliki hikmah dan pelajaran bagi hidup kita, apalagi jika kita menuliskannya pelajaran yang terkandung di dalamnya akan semakin terpahami. Tulian itu membantu saya untuk memahami sesuatu lebih detail, karena saat menuliskannya saya diharuskan untuk merenung dan menyusun kata-kata kedalam tulisan. Ibarat mencatat pelajaran dari guru di dalam kelas, mencatat pengalaman sehari-hari adalah mencatat pelajaran dari Tuhan.
Pengalaman memang guru yang paling baik, tapi jika tidak dicatat ia akan mudah hilang ditelan sang raksasa “waktu”. Semua pelajaran itu terkadang hanya numpang lewat saja dan menghilang seiring berjalannya waktu jika tidak dicatat ke dalam tulisan. Mungkin ada orang yang memiliki daya ingat yang kuat, tapi perlu diingat juga manusia akan mengalami masa penuaan dan berkurangnya fungsi semua organ tubuh. Termasuk daya ingat otak akan melemah.
Kita mengambil pelajaran dari sejarah pembukuan al-Qur’an di masa khalifah Usman. Meski saat itu bangsa Arab dikenal dengan kekuatan hapalannya, namun tetap saja manusia tidak akan kekal abadi. Para sahabat yang menghapal al-Qur’an banyak yang meninggal di medan perang dan jumlah penghapal al-qur’an semakin berkurang. Oleh karena itu al-qur’an yang tercecer dikumpulkan dan ditulis dalam satu mushap, hingga menjadi kitab al-qur’an seperti yang kita kenal sekarang. Bisa dibayangkan jika saat itu tidak ada pencatatan terhadap ayat-ayat al-qur’an mungkin kita tidak bisa membaca al-quran seperti saat ini. Demikian juga dengan ilmu pengetahuan jika tidak dituliskan, maka generasi selanjutnya sulit bisa mengetahuinya.
Jadi menulislah, karena begitu besar mamfaat yang akan diperoleh. Tidak ada ruginya untuk menuliskan semua peristiwa dalam hidupmu. Menulis itu gampang kok, Memulai tulisan tidak mesti bawa lap top ke mana-mana. Memulai tulisan yang paling gampang bisa dengan menulis buku harian. Gampang dan tidak perlu biaya banyak. Menulis di buku harian akan melatih kita menjadi penulis hebat. Percaya deh, silahkan dicoba.
Mulai Menulis
Satu hal yang sering menjadi kendala kita dalam menulis yaitu kesulitan untuk memulai tulisan. Dari mana saya harus mulai menulis dan bagaimana memulainya ?. hal ini pernah saya alami sebagai penulis pemula dan mungkin hampir sema orang pernah mengalaminya. Dalam posisi seperti itu yang perlu kita lakukan adalah memulai tulisan dengan bebas. Seperti yang dibilang oleh Hernowo kita harus bebaskan pikiran kita dari aturan yang baku. Dengan demikian kita akan lebih bebas mengeluarkan ide-ide yang ada dalam benak kita. Masalah penulisan yang baik dan enak bisa diatur dalam tahap editing, setelah ide-ide itu keluar dan dituangkan ke dalam tulisan.
Memulai tulisan pun tak mesti dengan kata-kata yang bagus dan indah. Untuk tahap awal yang terpenting adalah mengeluarkan ide yang ada di dalam benak kita. Itu saja.
Menulis membutuhkan rutinitas, jika kita mampu menulis tiap hari maka dengan sendirinya tulisan yang kita hasilkan akan bagus. Seperti sebuah ungkapan “orng bisa karena biasa” jadi tak perlu khawatir untuk mulai menuli.
Ibarat orang yang belajar renang, sehebat apa pun ia belajar teori renang tapi tidak pernah berani untuk terjun ke dalam air maka mustahil ia akan bisa renang. Demikian juga hal yang dengan menulis. Sehebat apapun teori menulis yang kita pelajari tapi tidak pernah berani mencoba menulis. Sampai kapan pun kita tidak akan bisa menjadi penulis yang bagus. []
Sirtu